JOMBANG, JOINMedia.id – Karena kondisinya rusak parah namun tidak segera diperbaiki, dua ruang kelas SD Negeri Jabon 2 di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang, tak bisa dipergunakan.
Hampir seluruh plafon pada dua ruang kelas SD Negeri di Jombang tersebut telah roboh.
Ironisnya, meski sudah diberi laporan, Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang tak kunjung ambil tindakan.
Wiji Utami, Kepala SD Negeri Jabon 2 menjelaskan, beberapa ruang kelas di sekolahnya itu sebenarnya telah mengalami kerusakan sejak lama.
Setiap tahun, menurut Wiji, pihak sekolah rutin melaporkan dan meminta bantuan rehap dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.
Namun karena alasan keterbatasan anggaran, yang direhap oleh Dinas tahun lalu hanya dua ruang kelas dan kantor guru.
Sementara ruang kelas 1 dan kelas 2 diminta untuk antri menunggu tahun berikutnya.
Akibatnya, atap plafon di dua ruang kelas tersebut roboh sebelum rehap dilakukan.
Agar atapnya tidak roboh total, para guru terpaksa menyangga sebagian atap tersebut dengan kayu.
“Kalau tidak disangga seperti ini ya ambrol mas,” ujar Wiji Utami kepada JOINMedia.id.
Selain menimbulkan kekhawatiran, rusaknya ruang kelas itu ternyata juga berdampak serius pada proses penerimaan siswa baru tahun ini.
Hingga akhir masa pendaftaran, jumlah anak yang didaftarkan orang tuanya ke SD Negeri Jabon 2 hanya 4 anak.
Wiji meyakini, hal itu terjadi lantaran para orang tua khawatir dengan kondisi gedungnya jika anak-anak mereka dimasukkan ke SDN Jabon 2.
Agar jumlah siswa SD Negeri Jabon 2 tahun depan meningkat, Wiji berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang segera melakukan rehap total terhadap gedung sekolahnya yang rusak.***













