JOMBANG, JOINMedia.id – Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) periode 2026–2030 resmi dilantik di Masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahim, konsolidasi organisasi, sekaligus memperluas ruang pengabdian para alumni.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dan dirangkai dengan pengajian rutin.
Dalam tausiyahnya, Gus Kikin mengapresiasi perkembangan IKAPETE selama periode pertama, 2022–2026. Menurut dia, empat tahun pertama telah berhasil meletakkan fondasi jaringan organisasi alumni yang semakin kuat.
Saat ini, IKAPETE disebut telah memiliki 84 Pengurus Cabang (PC), dua PC Khusus, dan 19 Pengurus Wilayah (PW). Jaringan tersebut juga telah berkembang hingga ke luar negeri, di antaranya Mesir dan Arab Saudi.
“Satu perkembangan yang sangat luar biasa. Ini periode kedua, 2026–2030, mudah-mudahan berkembang terus. Perkembangan ini menunjukkan hal positif, bagaimana kita membangun ukhuwah dan melanjutkan khidmah peninggalan Hadratussyaikh, baik di NU maupun Pesantren Tebuireng,” ujar Gus Kikin.
Alumni Tebuireng dan Ruang Pengabdian di NU
Gus Kikin juga menyoroti kiprah alumni Tebuireng yang kini mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan Nahdlatul Ulama. Keterlibatan tersebut antara lain berada di jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur serta persiapan keterlibatan dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa khidmah mendatang.
Menurut Gus Kikin, penataan potensi alumni dilakukan agar para lulusan Tebuireng dapat mengisi ruang-ruang pengabdian yang lebih luas sesuai kapasitas dan bidang masing-masing.
Ia berharap momentum peringatan 100 tahun NU dapat menjadi ruang untuk menyatukan berbagai jalur khidmah tersebut sehingga berjalan beriringan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya menyatukan dua-duanya di 100 tahun NU. Mohon doanya, saya mampu membawa keduanya menjadi manfaat dan kemaslahatan, mengikuti perjalanan muasis Tebuireng maupun muasis NU,” jelasnya.
Dorong Alumni Membumikan Nilai Aswaja
Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin turut menyinggung dinamika nasional dan global yang ditandai ketidakseimbangan di bidang ekonomi dan politik. Ia mengajak alumni Tebuireng untuk menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai pijakan dalam merespons berbagai persoalan.
Ia juga mengingatkan pentingnya meneladani sejarah para pendiri bangsa dan ulama terdahulu yang berperan dalam melewati berbagai masa krusial hingga Indonesia mencapai kemerdekaan.
“Kondisi global sedang tidak seimbang, baik ekonomi maupun politik. Yang memiliki keseimbangan itu adalah apa yang dijalankan umat Islam yang paham Ahlussunnah wal Jamaah. Saya berharap IKAPETE berkembang selaras dengan NU untuk menghadapi masalah kemanusiaan hingga ekonomi, baik di tingkat lokal maupun global,” tegas Gus Kikin.
Pelantikan dan pengajian tersebut ditutup dengan doa bersama. Kepengurusan baru IKAPETE periode 2026–2030 diharapkan mampu melanjutkan konsolidasi organisasi, memperluas jejaring alumni, serta memperkuat kontribusi bagi pesantren, NU, masyarakat, dan bangsa Indonesia.***













