JOMBANG, JOINMedia.id – Sutaji (66), penjual krupuk dari Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya bisa menunaikan impian seumur hidupnya: naik haji bersama sang istri, Siti Hana (59).
Setiap hari, ia mengayuh sepeda angin sambil menjajakan krupuk dagangannya. Setiap rupiah yang didapat ia sisihkan sedikit demi sedikit untuk menabung agar suatu saat bisa menunaikan ibadah ke tanah suci.
“Sejak tahun 1985, kami selalu menabung. Kadang hanya 200 rupiah sehari, tapi kami yakin, sedikit demi sedikit akan terkumpul,” ujar Sutaji.
Tabungan yang terkumpul selama puluhan tahun akhirnya cukup untuk mendaftarkan haji sang istri pada tahun 2012. Sutaji terus menabung hingga akhirnya bisa mendaftarkan dirinya sendiri pada tahun 2019. Meskipun jadwal pendaftaran mereka berbeda karena faktor usia, pasangan ini akhirnya dipastikan bisa berangkat bersama tahun 2026 ini.
“Alhamdulillah, perjuangan kami selama puluhan tahun akhirnya terwujud. Saya bersyukur dan sangat senang. Semoga ibadah kami diterima dan menjadi haji mabrur,” tuturnya sambil tersenyum bahagia.
Kisah Sutaji bukan hanya tentang menabung, tetapi juga tentang tekad, kesabaran, dan keyakinan bahwa impian, sekecil apa pun langkahnya, bisa tercapai jika terus diperjuangkan.***













