JOMBANG, JOINMedia.id – Aksi penolakan terhadap revisi UU Pilkada juga terjadi di Kabupaten Jombang.
Aksi penolakan di kota santri Jombang itu dilakukan oleh mahasiswa dari sejumlah organisasi.
Mereka menggelar aksinya tepat di depan pintu masuk gedung DPRD Jombang.
Bahkan dalam aksinya, mahasiswa berkali-kali terlibat aksi saling dorong dengan Polisi.
Mahasiswa kesal, karena meski sudah lebih dari satu jam berorasi, tak ada satupun anggota DPRD Jombang yang keluar menemui mereka.
Itu sebabnya, mereka memaksa masuk ke dalam gedung wakil rakyat untuk mengecek langsung keberadaan para anggota DPRD di sana.
Namun, upaya Mahasiswa itu dihalang-halangi oleh petugas kepolisian.
Mohammad Dafa, Ketua DPC GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Kabupaten Jombang menjelaskan, aksi unjukrasa ini sengaja dilakukan sebagai bentuk protes mahasiswa atas kesewenang-wenangan pemerintah merubah undang-undang demi kepentingan keluarga penguasa.
Kali ini, mahasiswa tak mau kecilongan lagi.
Mereka mendesak DPR RI membatalkan rencananya melakukan revisi terhadap undang-undang Pilkada.
Mahasiswa juga di Jombang itu juga mendesak KPU agar segera melaksanakan tahapan Pilkada sesuai dengan ketentuan yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi.***