Ekonomi BisnisHeadline

Berkat KUR BRI, Bengkel Di Jombang Ini Menjelma Jadi Besar

×

Berkat KUR BRI, Bengkel Di Jombang Ini Menjelma Jadi Besar

Share this article
Ali Mahfudi memperbaiki mobil pelanggan di bengkelnya di Diwek Jombang

JOMBANG, JOINMedia.id – Berkah akan adanya program KUR BRI benar-benar dirasakan oleh Ali Mahfudi (52) dan Sri Astutik (51), warga Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Keduanya adalah pasangan suami istri pemilik bengkel mobil yang lokasinya cukup tersembunyi di ujung jalan desa Ngudirejo.

Namun siapa sangka, bengkel mobil yang dulu kecil dan tempatnya numpang di halaman rumah tetangga itu, kini telah menjadi besar.

Ali Mahfudi telah menyulap lahan kosong di belakang runahnya menjadi bengkel mobil yang cukup luas dan representatif.

“Kalau ada mobil yang harus nginep, dulu hanya bisa nampung dua atau tiga mobil mas, sekarang 16 mobilpun bisa masuk”, ujar Ali kepada JOINMedia.id.

“Kalau ada mobil nginep dulu nggak tenang saya, karena tempatnya di luar. Kalau malam gitu tidur rasanya cemas, takut kalau mobilnya ilang. Tapi sekarang loss, aman”, tambah Ali seraya tersenyum.

Ali Mahfudi memperbaiki mobil pelanggan di bengkelnya di Diwek Jombang

Ali Mahfudi mengaku telah memulai usaha bengkel mobil di rumahnya sejak tahun 2006.

“Sebelumnya saya ikut orang. Tapi karena ingin berkembang, saya akhirnya keluar dan mencoba buka bengkel sendiri”, jelas Ali.

Bengkel yang dimaksud Ali bukanlah bangunan bengkel seperti kebanyakan, tapi hanya berupa lahan kecil di depan rumahnya yang kosong.

Setiap hari, ia melayani perbaikan mobil yang datang di halaman terbuka.

“Kalau hujan atau panas saya geser mobilnya ke teras rumah sebelah (tetangga) ini”, jelas Ali

Pada tahun 2018, Ali dan istrinya kemudian mencoba mengajukan pinjaman modal ke BRI.

Namun saat itu ia hanya mendapat pinjaman sebesar lima juta rupiah.

Uang tersebut kemudian dipakai oleh Ali untuk membeli peralatan dan membuat atap di teras rumahnya.

Setelah lunas, secara berturut-turut ali mengajukan pinjaman modal lagi ke BRI untuk menambah peralatan di bengkelnya.

“Tahun kedua pinjam KUR di BRI saya dapat 15 juta, tahun ketiga dapat 25 juta, tahun keempat dapat 25 juta lagi dan yang terakhir tahun 2022 saya dapat pinjaman 50 juta”, ungkap Ali.

Karena nilai pinjaman ke lima yang diterimanya cukup besar, Ali kemudian memakai uang tersebut untuk menyulap lahan kosong di belakang rumahnya menjadi bengkel.

Sehingga setiap ada mobil yang datang, Ali sekarang langsung memasukkan mobil tersebut ke belakang rumahnya.

Untuk melayani para pelanggannya, Ali kini juga sudah memiliki berbagai peralatan bengkel moderen. Diantaranya adalah scanner mobil yang berfungsi untuk mendeteksi kerusakan mobil dengan mudah dan tepat.

Sri Astutik menunjukkan toko oli miliknya di Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek Jombang

Tak hanya itu saja, di samping rumahnya, Ali dan Sri Astutik kini juga telah membuka toko oli mobil.

Selain untuk memenuhi kebutuhan bengkelnya sendiri, toko tersebut juga melayani masyarakat umum yang membutuhkan oli untuk kendaraan roda empat.

“Kalau toko itu yang jaga istri saya”, kata Ali.

Berkat kerja kerasnya mengelola pinjaman modal dari BRI, omset yang diraup Ali kini juga makin meningkat.

Jika sebelumnya ia hanya memperoleh 3 hingga 4 juta rupiah perbulan, omset Ali sekarang bisa mencapai 10 hingga belasan juta rupiah perbulan.

Bahkan yang membuat Ali merasa lebih senang lagi adalah bisa membantu membuka lapangan kerja bagi dua orang tetangga sebagai karyawan di bengkelnya.

“Service mobil dulu semua saya tangani sendiri, sekarang Alhamdulillah sudah ada dua tetangga ini yang butuh pekerjaan bisa saya ajari dan sekarang bantu kerja di sini”, pungkas Ali.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *