HeadlineSejarah & Budaya

Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jombang, Apa Saja?

×

Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jombang, Apa Saja?

Share this article
Candi Arimbi, di desa Pulosari, kecamatan Bareng, kabupaten Jombang.

JOMBANG, JoinMedia.id – Kabupaten Jombang sangat kaya akan peninggalan dari kerajaan Majapahit.

Sebagian dari peninggalan Majapahit di Jombang itu telah ditemukan sejak lama, namun sebagian di antaranya juga baru ditemukan sekitar 1 atau 2 tahun terakhir.

Bagi masyarakat Jombang, keberadaan berbagai peninggalan dari Majapahit itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Karena hal tersebut makin mengukuhkan status wilayah Jombang sebagai bagian dari Ibu Kota Kerajaan terbesar di masa lalu.

Di antara peninggalan Majapahit yang masih bisa kita lihat dan bisa kita kunjungi di Jombang saat ini adalah:

1) Candi Arimbi

Candi arimbi diduga merupakan candi peninggalan dari masa kerajaan Majapahit.

Lokasinya berada di desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. candi ini dibangun dengan menggunakan konsep pancamahabutha, yaitu menggabungkan dua unsur bahan bangunan, yaitu bata merah dan batu andesit.

Bahan bata merah terdapat di bagian alas candi, sementara batu andesit menjadi bahan utama di bagian batur, kaki, dan tubuh candi.

Bagian batur dan kaki candi tampak masih utuh lengkap dengan berbagai relief yang menghiasinya, sementara bagian tubuh candi hanya tersisa separuhnya saja.

Sebagian tubuh candi diduga telah runtuh akibat bencana alam yang dulu pernah terjadi.

Oleh sebagian ahli, Candi Arimbi sering disebut sebagai tempat pendharmaan dari Ratu Majapahit, Tribuanatunggadewi.

Hal tersebut didasarkan atas ditemukannya arca Dewi Parwati (istri Dewa Siwa) di area candi Arimbi

2) Batu Yoni Gambar

Yoni Gambar adalah sebuah situs batu yoni raksasa yang ada di dusun Sedah, desa Japanan, kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Yoni gambar merupakan batu yoni raksasa karena menjadi batu yoni terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.

Yoni gambar berbentuk segi enam, memilki tinggi 133 sentimeter dan diameter garis tengahnya 204 sentimeter.

Di sisi depan batu yoni gambar terdapat pahatan kepala ular naga dengan mahkota di atas kepalanya.

Dilihat dari bentuknya yang sangat mewah dan ukurannya yang sangat besar, arkeolog menduga batu yoni gambar dibuat bukan untuk orang biasa, tetapi untuk seseorang yang istimewa dan berkuasa.

Selain itu, sebagian peneliti juga ada yang menyebut batu yoni gambar merupakan batu tapal batas dari wilayah Kota Raja Majapahit yang diyakini memiliki luas 11×9 kilometer persegi.

3) Candi Pundong

Candi Pundong adalah candi berbahan bata merah yang ada di desa Pundong, kecamatan Diwek, kabupaten Jombang.

Candi pundong ditemukan pertama kali pada tahun 2007 di halaman belakang rumah milik Sunhaji (66), warga desa setempat.

Candi pundong kemudian diekskavasi pertama kali oleh BPCB Jawa Timur pada tahun 2007 dan diekskavasi lagi (tahap kedua) pada bulan November 2022.

Hasilnya, Pahadi, Arkeolog dari BPCB Jawa Timur menduga, candi pundong dibangun pada masa Majapahit.

Hal tersebut didasarkan atas ukuran bata penyusun candi yang identik dengan ukuran bata merah pada nasa Majapahit, yakni panjang 30 sentimeter, lebar 17 sentimeter dan tebal 5 sentimeter. *)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *