JOMBANG, JOINMedia.id – Sejumlah warga di Kabupaten Jombang terpaksa harus tinggal di rumahnya yang menggantung di atas sungai.
Lokasinya di Desa Betek Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang.
Hal ini terjadi lantaran tanah pekarangan tempat rumahnya berdiri telah tergerus abrasi namun tak kunjung ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jombang.
Bahkan sebagian lantai rumah warga juga telah ambrol ke sungai sehingga dindingnya kini menggantung.
Saat hujan deras turun atau arus sungai sedang deras, warga mengaku ketakutan.
Mereka khawatir rumah tempatnya beristirahat juga akan tergerus abrasi dan roboh total.
Fatmawati, longsor di sungai catakbanteng itu sebenarnya telah terjadi sejak lama.
Setiap hujan deras turun dan arus sungai menjadi deras, perlahan-lahan tanah pekarangan warga di tepi sungai tergerus abrasi dan longsor.
Akibatnya, tanah pekarangan tersebut kini telah hilang.
Pergerakan abrasi atau longsor kini sudah mengenai rumah warga.
Menurut Fatmawati, total ada tiga rumah dan satu mushola yang kondisinya kini rusak parah dan terancam longsor.
Bahkan mushola tersebut kini sudah tidak bisa ditempati lagi.
“Abrasi terparah terjadi saat banjir beberapa pekan lalu,” ujar Fatmawati, salah satu warga terdampak. “Sekarang, rumah kami benar-benar dalam ancaman,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Budi Susanto, warga Desa Betek lainnya.
Budi berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap tanggul yang jebol agar tidak semakin banyak rumah warga yang terancam roboh dan hilang.
“Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Ini soal keselamatan warga,” tegas Budi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak dari Pemerintah Kabupaten Jombang yang dapat dikonfirmasi mengenai hal ini.***













